Home > Sandal Wedges Wanita > Sejarah Sandal Tarumpah Yang Melegenda Di Nusantara

Untuk para masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing dengan Sandal Tarumpah. Alas kaki tradisional ini sering digunakan oleh hampir semua kalangan dari jaman dulu hingga sekarang.

Sandal tarumpah (juga disebut dengan kata Terompah) umumnya terbuat dari bahan kayu, karet, dan  ada juga dari bahan kulit.

Dulu, sandal ini biasanya dikenakan saat menghadiri acara-acara yang bersifat adat seperti: hajatan dan udangan pernikahan.

Sejarah Sandal Tarumpah

Sandal Terompah Wanita
Sandal Terompah Wanita

Untuk sejarah asal mulanya, keberadaan sandal tarumpah ini masih belum terlalu jelas siapa yang membuatnya pertama kali.

Ada sebuah versi cerita yang mengatakan sandal tarumpah ini sudah ada sejak jaman perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah. Hal itu terlihat dari beberapa pejuang sudah menggunakan sandal tarumpah saat itu.

Sandal Terompah Kayu
Sandal Terompah Kayu

Bahkan menurut cerita versi Betawi pun mengatakan bahwa salah satu tokoh terkenal yang bernama Si Pitung juga disebut-sebut selalu menggunakan sandal seperti tarumpah saat berjuang melawan penjajah.

Bentuk sandal ini mempunyai kemiripan seperti sandal tarumpah yang banyak beredar di pasaran. Namun, masyarakat betawi sering menyebutnya sebagai Sandal Si Pitung.

Makna Dari Penamaan Tarumpah

Terompah Khas Nusantara
Terompah Khas Nusantara

Sandal tarumpah ini sering dikatakan sebagai sebuah ciri dari kebudayaan Nusantara yang sangat mencerminkan kesederhaan, kesahajaan, dan kejujuran dari kehidupan masyarakat.

Dilihat dari segi makna kata, tarumpah ini memiliki arti alas kaki atau sandal. Sehingga, ketika orang menyebut nama tarumpah ini sama saja berarti sebagai sandal.

Beberapa daerah di Indonesia sendiri, sandal tarumpah disebut dengan nama yang berbeda-beda.

Sandal Jepit Alas Kayu Modis dan Elegan
Sandal Jepit Alas Kayu Modis dan Elegan

Daerah Jawa Barat menyebutnya dengan nama “Sandal Tarumpah”. Daerah Betawi menyebutnya dengan nama “Sandal Si Pitung”. Sementara, daerah Cirebon menyebut dengan nama “Si Jambal”.

Meskipun disebut dengan nama berbeda-beda. tetapi model, bentuk, dan bahannnya tetap sama.

Pada jaman dulu, sandal tarumpah ini sering digunakan oleh para perjuang atau jawara (dalam Bahasa Sunda) ketika mengusir para penjajah di Nusantara.

Tidak hanya pejuang saja, bahkan para tokoh masyarakat juga sering memakainya dalam kegiatan sehari-hari, khususnya saat mereka menghadiri acara-acara penting seperti pertemuan dengan tokoh-tokoh lainnya.

Penggunaan sandal tarumpah saat itu biasanya dipadupadankan dengan pakian tradisional dari masing-masing daerah, kombinasi ini memang terlihat sangat matching pada saat itu dan menjadi sebuah kebanggaan untuk si pemakainya.