Keunikan dan Filosofi Udeng Khas Bali

Keunikan dan Filosofi Udeng Khas Bali

24 Maret 2018
10 Review

Kalau saya membahas pakaian adat di Indonesia, setiap provinsi maupun daerah di Indonesia pasti memiliki pakaian adatnya masing-masing, baik yang terlihat tradisional, unik, dan glamor.


Semua itu adalah warisan budaya Indonesia yang tidak boleh kita lupakan, harus terus kita lestarikan, agar tidak diakui oleh negara lain, kalau sudah diakui, baru kita teriak-teriak dan tidak terima akan hal itu.


Maka dari itu kita harus cintai pakaian adat kita masing-masing, baik dengan cara mengenakannya maupun mengapresiasi pembuat pakaian adat tersebut dengan cara membeli produk yang dibuat.


Dari Berbagai pakaian adat yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya ada yang memiliki ikat kepala khusus di masing-masing daerah, contohnya orang Sunda, mempunyai ikat kepala bernama Totopong, yang mempunyai banyak julukan seperti Barangbang Semplak, Julang Ngapak, Mahkota Wangsa, Candra Sumirat, Koncer, dan masih banyak lagi.


Di daerah Jogja memiliki ikat kepala khas bernama Blangkon, yang memakai biasanya orang bangsawan Jogja yang ada di keraton, orang Bali juga mempunyai ikat kepala yang bernama Udeng.


Dari ketiga ikat kepala tersebut, disini saya akan membahas ikat kepala yang berasal dari Pulau Dewata atau yang lebih di kenal dengan Pulau Bali.


Yang biasa dikenakan oleh kaum laki-laki Bali, yaitu Udeng.

Agar kamu lebih mengetahui keunikan dan makna dari ikat kepala orang Bali ini.

Maka dari itu kamu harus membacanya sampai habis, jangan setengah-setengah.


Sebelum membahas udeng lebih dalam, Pertama apa itu Udeng? Mungkin ada yang belum tahu, udeng adalah selembar kain berbentuk persegi yang kemudian dilipat dan diikat sedemikaian rupa.


Kedua apa makna dari udeng? Udeng memiliki makna yaitu sisi kanan yang dibuat lebih tinggi bermakna agar kita selalu mengutamakan berbuat kebaikan, dari pada berbuat buruk.

Kemudian ikatan ditengah kening berarti pemusatan pikiran atau kosentrasi, dan bagian ujung yang menonjol keatas bermakna pemikiran yang lurus keatas, ke Tuhan Yang Maha Esa.


Orang Bali khususnya memakai udeng pada saat upacara keagamaan, baik pada saat hari raya, Persembahyangan, kremasi, pernikahan, atau lain sebagainya sesuai keperluan.

Namun Masyarakat luas juga boleh untuk mengenakan udeng ini, bagi yang ingin ke Bali atau sudah berada di Bali, tidak ada salahnya untuk membeli oleh-oleh.


Di Bali banyak tersedia penjual souvenir khas seperti udeng di toko maupun pasar, yang paling terkenal menjual banyak souvenir di Bali, adalah Pasar Seni Sukawati, yang banyak menawarkan berbagai pilihan produk lokal buatan orang bali, mulai dari kamen, udeng, selendang, dan lain sebagainya.


Tetapi kalau kamu hanya ingin membeli souvenir Bali, tanpa perlu ke Bali, di toko online sudah banyak pedagang yang menjualnya.


Salah satunya adalah online shop baliya.id yang menjual berbagai macam pakaian adat Bali, termasuk udeng.

Give Ratting

0 Komentar

<$ng row.user.status $ng>

<$ng row.user.name $ng>

<$ng row.message $ng>
balas
<$ng item.user.status $ng>

<$ng item.user.name $ng>

<$ng item.message $ng>
balas
Loading......

Produk Terkait