Penjelasan Pakaian Adat Khas Bali Pria dan Wanita

Penjelasan Pakaian Adat Khas Bali Pria dan Wanita

02 April 2018
10 Review

Bali memang terkenal akan wisatanya yang begitu memikat layaknya surga. Bali dikenal juga dengan julukan Pulau Dewata, atau pulaunya para dewa-dewi.

Bali selain terkenal akan wisata alamnya yang memukau, Bali juga terkenal dengan budayanya yang masih terjaga dan terus dilestarikan.

Meskipun banyak wisatawan manca negara yang berkunjung ke Bali, hal itu tidak membuat budaya di Bali mengalami alkulturasi.

Orang Bali masih mempertahankan warisan budaya nenek moyangnya hingga kini.

Dan hal itu menjadi salah satu hal yang unik dan istimewa di Bali.

Bila anda pernah berkunjung ke Bali, setidaknya pasti anda pernah melihat orang yang memakai pakaian adat khas Bali.

Pasti dalam benak anda ada yang bertanya-tanya, apasih nama pakaian adat khas Bali?

Sebenarnya pakaian adat Bali tidak ada nama atau julukannya, orang-orang sudah biasa menyebutnya pakaian adat Bali.

Meskipun anda bertanya ke orang Bali langsung apa namanya, mereka akan bingung karena tidak tahu.

Meskipun pakaian adat Bali tidak mempunyai julukan.

Namun pakaian adat Bali memiliki beberapa jenis dengan waktu yang tepat saat dikenakan.

Dan pakaian adat Bali juga memiliki perbedaan antara yang dikenakan oleh laki-laki dengan perempuan.

Berikut adalah busana adat bali yang dikenakan oleh laki-laki:

1. Kamen

Kamen merupakan selembar kain dengan ukuran panjang kurang lebih 2 meter dan lebar 1 meter yang dikenakan pada bagian bawah.

Kamen dikenakan dari kiri kekanan, dan sisi kananya disisakan sedikit untuk dijadikan (kancut), ujung lancip yang mengarah kebawah.

Ujung lancip yang yang mengarah kebawah tersebut memiliki makna menghormati Ibu Pertiwi.

kamen pria bali

image source: hidupsimple.com

Bahan pembuatan kamen sangat beragam, mulai dari kain songket, kain endek, maupun katun dengan berbagai motif.

Kamen umumnya hanya bermotif polos, tidak begitu banyak corak, hanya garis-garis atau simbol-simbol yang

2. Saput (Kampuh)

Saput atau "Kampuh" merupakan selembar kain lagi yang menutupi bagian bawah, jadi bagian bawahan terdapat dua kain yang menutupi yaitu kamen dan saput.

Saput dikenakan disisi luar kamen, dan umumnya bercorak lebih menonjol dari kamen.

Di bagian bawah saput terdapat garis hiasan atau lis yang menandakan bagian bawah dari saput ini.

saput atau kampuh pria bali

image source: hidupsimple.com

Biasanya lis tersebut berwarna emas atau perak dan jahitannya menonjol atau bertekstur.

3. Selendang (Senteng)

Senteng merupakan secarik kain dengan panjang kurang lebih 1 meter dengan lebar kira-kira 10 sentimeter, yang dikenakan untuk menguatkan kamen dan saput agar tidak melorot.

Selendang dibuat dari berbagai bahan misalnya dari sutra, katun, satin, dan lain sebagainya.

Dahulu selendang bali hanya berwarna kuning, namun seiring perkembangan zaman warna selendang pun semakin beragam.

Juga ada yang memiliki motif dan corak yang unik, pembentukan motifnya baik dengan cara dicetak menggunakan mesin atau dilukis.

Cara menggunakan selendang adalah dengan cara diikat pada sisi sebelah kanan, dengan simpul hidup.

senteng pria kotak-kotak

image source: gramrix.com

Makna dari selendang adalah agar kita selalu melakukan kebenaran.

Selain itu senteng bermakna sebagai pengikat perilaku buruk, agar tidak membuat kegaduhan.

4. Kemeja

Dalam Pakaian adat Bali, kemeja atau baju yang digunakan tidak memiliki aturan yang baku, yang penting rapi, telihat sopan, dan pastinya harus bersih.

Umumnya pria di Bali, mengenakan kemeja dengan warna putih untuk sembahyang, karena warna putih melambangkan kesucian dan lebih terlihat bersih jika dikenakan.

kemeja putih pria

image source: baliya.id

Jenis kemeja yang dipakai biasanya berjenis Safari, berbahan katun atau lainnya, yang berlengan panjang ataupun pendek.

5. Ikat Kepala (Udeng)

Ikat Kepala Bali atau biasa disebut udeng merupakan selembar kain berberntuk persegi yang dilipat sedemikian rupa.

Udeng yang masih berbentuk lembaran kain biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya.

Maka dari itu banyak dari udeng Bali sekarang yang dijual dalam bentukan setengah jadi, artinya kita tinggal membentuk dan mengikatnya sedikit dan jadilah udeng.

udeng putih pria bali

image source: baliya.id

Atau yang lebih praktis lagi, yaitu udeng yang sudah berbentuk jadi, artinya siap untuk langsung dikenakan alias tinggal pakai tanpa perlu ribet-ribet membuat.

Udeng bermakana sebagai pemusatan pikiran kepada tuhan.

 

Berikut adalah busana adat bali yang dikenakan oleh para perempuan:

1. Kamen

Sama seperti laki-laki, para perempuan juga mengenakan kamen, tapi cara mengenakannya saja yang berbeda, yaitu hanya dililitkan ke tubuh, dengan salah satu sisinya lebih panjang.

Kamen yang dikenakan wanita biasanya lebih bermotif dari kamen laki-laki, karena langsung terlihat tanpa menggunakan saput.

kamen wanita berbagai motif

image source: baliya.id

Kamen yang sering dipakai dan disukai oleh wanita di Bali adalah kamen endek, karena memiliki bahan yang lembut dan halus.

2. Selendang

Kalau selendang untuk perempuan biasanya berwarna lebih cerah dan banyak ornamen-ornamennya.

Selendang perempuan diikat disebelah kanan dan diikat diluar pakaian kebaya yang digunakan.

selendang lukis warna pink

image source: baliya.id

Sedangkan yang laki-laki kebanyakan mengikat selendang di dalam kemejanya.

3. Kebaya

Perempuan Bali ketika mengenakan pakaian adat, pasti mengenakan yang namanya baju kebaya, kebaya menjadi begitu elegan ketika disandingkan dengan kamen.

Perempuan Bali yang mengenakan pakaian adat, aura kebaikan, keanggunannya akan keluar ketika mengenakan pakaian adat.

kebaya jadi full payet

image source: baliya.id

Baju kebaya sangat banyak jenisnya, mulai dari brokat, sifon, santili, dan masih banyak lagi.

Serta berbagai model seperti kebaya sabrina, embose, kartini, dan yang lainnya.

4. Aksesoris

Tidak seperti laki-laki, aksesoris yang digunakan perempuan memang begitu banyak jika disebutkan satu-persatu, namun saya akan menyebutkan yang biasa dipakai pada saat mengenakan pakaian adat Bali.

  • Sanggul

sanggul wanita

image source: ontha.com

Sanggul atau rambut palsu memang sering dipakai oleh perempuan, khususnya kaum Ibu-Ibu, karena sanggul tersebut membuat rambut yang memakainya terlihat bervolume serta menambah kharisma.

  • Subeng

subeng emas bali

image source: pinterest.com

Subeng adalah piercing khas Bali yang dikenakan ditelinga sama seperti anting-anting.

Biasanya terbuat dari emas maupun perak, dengan berbagai bentuk dan model.

Perhiasan ini juga akan menambah kharisma kamu dan terlihat tegas ketika mengenakannya.

  • Bros

 

bros emas

image source: pinterest.com

Bros merupakan salah satu perhiasan yang juga sebagai pelengkap pada pakaian kebaya yang terlihat polos.

Jika kebaya dipasangkan bros, maka akan terlihat lebih berkelas dan menonjolkan kesan gadis Bali yang santun dan anggun.

Tips:

Jangan gunakan bros pada baju kebaya yang bermotif, agar tidak kelihatan heboh, gunakanlah 1 atau 2 pada baju dan selendang, karena kebaya ini digunakan untuk keperluan persembahnyangan, jadi tidak perlu terlalu blink-blink.

Namun, jika menghadiri acara seperti kondangan atau resepsi pernikahan, itu sah-sah saja.

Tampil secara maksimalis itu pilihan.

Itulah penjelasan dari pakaian adat khas bali pria dan wanita.

semoga bermanfaat.

Give Ratting

0 Komentar

<$ng row.user.status $ng>

<$ng row.user.name $ng>

<$ng row.message $ng>
balas
<$ng item.user.status $ng>

<$ng item.user.name $ng>

<$ng item.message $ng>
balas
Loading......

Produk Terkait