Ini Alasan Mengapa Proses Pembuatan Kain Tenun Sangat Rumit
| 7 Produk Terbaik | Harga |
|---|---|
| kamen endek polos bali | Rp. 250.000 |
| kamen endek motif lurik | Rp. 250.000 |
| Tenun Lembaran Endek Khas Bali Warna Hitam | Rp. 250.000 |
| Endek Bali polos warna navy | Rp. 200.000 |
| Kamen Endek bali polos warna tosca | Rp. 200.000 |
| Endek Bali polos warna Biru | Rp. 200.000 |
| Endek bali polos warna abu | Rp. 200.000 |
Untuk membuat sehelai kain tenun dengan motif yang cantik biasanya memerlukan waktu yang cukup lama dan melewati proses yang cukup rumit.
Para penenun biasanya memerlukan waktu 3 sampai 12 minggu untuk membuat sehelai kain tenun saja. Itu mungkin bisa menjadi lebih lama tergantung kerumitan motif yang dibuat.
Bila anda penasaran dengan apa saja proses yang harus dilakukan penenun untuk membuat sehelai kain tenun. Yuks, langsung simak di 4 tahapan proses berikut ini!
-
Pemintalan Benang
Proses Pemintalan Benang - sumber: oemahetnik.com
Yang pertama ialah pemintalan benang. Benang yang dipakai umumnya terbuat dari serat benang kapas yang memiliki warna dasar putih.
Di beberapa daerah, proses pemintalan masih menggunakan alat tradisional yang bersifat manual. Sehingga, proses ini harus dilakukan dengan waktu yang cukup lama.
-
Pengikatan Benang
Setelah pemintalan, biasanya dilanjutkan dengan proses pengikatan benang untuk membuat pola-pola motif yang diinginkan.
Proses pengikatan benang akan memakai tali rafia atau tali plastik yang dibantu dengan papan motif yang dilengkapi dengan plastik transparan.
-
Pewarnaan Benang
Pencelupan Benang Untuk Kain Tenun - sumber: oemahetnik.com
Kemudian, benang-benang yang diikat tadi akan dicelupkan ke bahan pewarna yang terbuat dari intisari tanaman (akar, batang, buah, dan daun).
Proses pencelupan ini biasanya dilakukan beberapa kali sesuai jumlah warna yang digunakan untuk membuat corak motif kain.
Setelah kering, benang-benang ini akan diatur satu persatu tempatnya berdasarkan pola motif yang dibuat.
Proses inilah yang paling memerlukan ketelitian yang tinggi, karena bila satu saja salah dalam penempatan maka motif akan menjadi berantakan.
-
Penenunan Benang
Proses Penenunan Kain
Dan terakhir, barulah benang-benang ini akan memasuki proses penenunan yang masih menggunakan alat yang masih bersifat tradisional dan dioperasikan secara manual.
Pada dasarnya penenunan ini merupakan proses mengabungkan benang lungsi (ditaruh memanjang) dan benang pakan (pembentuk motif) untuk membuat sebuah kain.
Dilihat 4 proses rumit diatas, tidak mengherankan kenapa kain tenun asli dibanderol dengan harga-harga yang tidak begitu murah.